senyum dan tawa di Kp. Situ Kidul, Cihurip (bag. 3) : Pendidikan

“Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” -Pasal 31 ayat 1 UUD perubahan ke-5-

“Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”-Pasal 31 ayat 2 UUD perubahan ke-5-

begitulah bunya Undang-Undang Dasar negara kita, Indonesia. tidak dapat dipungkiri kalau biaya pendidikan di negeri ini mahal. atau mungkin kemampuan masyarakatnya yang belum mampu.

dengan adanya bantuan BOS (biaya Operasional sekolah) maka biaya sekolah gratis, sehingga banyak anak disini yang sekolah. dikampung ini, rata-rata berpendidikan hanya sampai dengan jenjang SMP. penghasilan warga yang tidak tetap, anak yang banyak, biaya pendidikan yang tidak sedikit membuat beberapa para orang tua hanya menyekolahkan ala kadarnya saja. malah ada anak yang tidak mau sekolah, sehingga ada telat masuk sekolah. beberapa anak ada yang menganggap sekolah itu tidak penting. Disisi lain semangat anak-anak yang lain disini sangatlah besar untuk belajar. mungkin jika ada fasilitator mengajar mereka akan terus belajar. ya! mereka kurang fasilitator yang menginspirasi.

pernah, suatu saat dimalam yang dingin dan lampu rumah yang remang-remang, ada sekitar 4 anak yang bermain-main bersama kami. lalu saya terpikirkan untuk menanyakan cita-cita mereka. dan hasilnya, mereka nampak tidak tau apa-apa. mungkin tidak terpikirkan tentang cita-cita. yah… andaikan saja saya bisa menginspirasi mereka, waktu 2 minggu ternyata kurang untuk berbuat lebih.

di kampung ini baru satu orang yang melanjutkan pendidikannya hingga ke tingkat perguruan tinggi. Abdurahman namanya, atau biasa dipanggil wawan. sekarang dia kuliah di UIN Sunan gunung jati, Bandung. dia mendapatkan beasiswa. itulah satu-satunya mahasiswa yang ada disana.

***
Pagi itu, acara ada acara samen di SD CIHURIP 1. di sekolah itulah rata-rata anak-anak kampung situ kidul bersekolah. acara berlangsung sederhana tapi meriah. tidak luput juga para mang-mang penjual makanan SD. para orangtua dengan setia menunggu sang anak mendapatkan hasil belajar sambil menonton apresiasi seni para siswa. ada yang menyanyi, berjoget atau menari, karawitan, ada pula yang sisindiran. dari sekian banyak anak yang berasal dari kampung situ kidul, rendi lah yang selalu mendapatkan peringkat di kelasnya. memang pintar anak ini. Guru-gurunya pun sangat ramah. benar-benar seperti bukan ke oranglain. padahal kami baru pertama kalinya ke SD itu.

salah satu penampilan di acara samen


***

siang bolong, baso, bahasa, dan mimpi!

Sudah lama tak ke Taman Ganesha, taman depan kampus sendiri. Dulu juga memang tak sering, hanya sekedar tempat untuk mengobrol sambil menunggu solat. Begitu pula dengan siang ini. Dengan perut sedikit lapar, saya dan teman saya mampir ke taman ini, sekedar untuk menunggu adzan dhuhur. Ditemani semangkok baso cuankie kami mengobrol ngalor ngidul.

pertemuan ini berawal dari sebuah tawaran baso. ternyata selain kita berdua yang duduk di bangku itu, ada seorang bapak-bapak berpakaian biru yang duduk pula disana. saya pikir dia kenek bis atau apanya bis yang lagi pada kunjungan, karena memang banyak bis nangkring di pinggir jalan dekat kampus. si bapak itu pun nimbrung. dia cas cis cus beberapa bahasa. saya sih ya, tanggepin aja. gak ada salahnya juga. tp harus tetep waspada. dia terus bercerita tentang metode belajar dia dan murid muridnya yang dia rekrut secara spontan. singkat cerita dia beliau bernama agung, asal medan, bekerja di konsultan orang asing. dia beliau mengaku orang jakarta, namun nomer hapenya wilayang bandung. dia punya murid di itb sekitar 7 orang, ada yang dari fisika, apoteker, dan lain sebagainya. di unisba juga ada, 8 orang akunya. dia beliau tidak menarik biaya dari ilmu nya yang dia ajarkan. hanya saja dia meminta yang di ajarnya agar suatu hari nanti mengajarkan lagi kepada 2-3 orang secara gratis pula. dia bilang kalau ilmu itu yang bakal di hisab sampe nanti saat perhitungan berlangsung. dan dia menawarkan diri untuk mengajarkan kami 4 bahasa, inggris, perancis, jepang dan china, gratis!. dia beralasan karena kita sopan.

kami berdua memang termotivasi mahir berbahasa asing karena liburan taun lalu kami berlibur bersama bule dari swiss. dan terasa bego nya tidak bisa casciscus bahasa inggris. dan berhubung les disana sini mahal, belajar sendiri terkadang malas, maka mahir berbahasa asing pun masih saya simpan dalam folder mimpi. namun folder itu sedikit terbuka ketika saya dihadapkan si bapak-bapak tadi. semoga dia orang baik-baik yang memang ingin mengamalkan ilmu yang dia punya tanpa ada maksud dan tujuan lain yang merugikan kami. amiin.

hmm…
pelajaran yang bisa diambil dari pertemuan singkat tadi adalah :
1. bersikaplah sopan dan tetap waspada kepada orang yang baru dikenal.
2. terus mencari ilmu agar bisa mengamalkan ilmu tersebut
3. amalkan ilmu yang kita punya, dengan begitu kita akan semakin dan semakin banyak mendapatkan ilmu yang lain.

Copet, si pintar memanfaatkan kesempatan

Sudah sekian lama saya nggak naik kereta ekonomi. Dan pada hari ini, saya kembali naik kereta ekonomi soalnya duitnya abis. Lumayan lah cuma seribu rupiah karcisnya. Ada kejadian menarik saat itu. ceritanya begini. Kereta itu berenti memenuhi kewajibannya untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di Stasiun Kiaracondong. Para penumpang yang akan turun pun turun dan yang naik pun naik. Terkadang terjadi saling seseredekan diantara penumpang yang akan turun dan akan naik.
kesempatan untuk memaksa memiliki barang orang lain pun terjadi disini alias mencopet. ketika terjadi seseredekan, komplotan yang akan mencopet pun dengan sengaja menciptakan suasana terdorong dorong ketika naik. dan ketika itu pula tangan-tangan lihai itu pun mengambil barang-barang incarannya, seperti HP. dan ketika berhasil mendapatkan barang target, pencopet itu pun turun. dan ketika kereta sudah jalan, komplotan pun ikut turun. alhasil, kereta yang asal nya penuh dan berdesak desakkan pun kosong melompong.

lain cerita jika si pencopet itu bekerja single. harap berhati-hati ketika akan memasuki kereta. pasti si pencopet akan standby di pintu, dan ketika si korban masuk, melewatinya, tangannya yang lihai langsung mengambil barang.

ya, si copet ini sangatlah pintar memanfaatkan kesempatan yang hanya beberapa detik. dalam beberapa detik, barang target langsung pindah tangan tanpa barang bukti apapun. ckck.
demi perut semuanya apapun pasti dilakukan yah..
ckck.