Sebenarnya sudah lama berencana ingin ke Sawarna, salah satu pantai yang terletak di Banten Selatan. Kebetulan anak GPA ada yang berencana ke Sawarna sehingga saya pun bergabung.
perjalanan sempat tertunda sampai 3 jam, sehingga kami ber-8 (saya, aini, iput, radit, rere, roy, chaki dan sayekti) memulai perjalanan pada pukul 10.00 dimulai dari SMA 2 Bandung. Cek point pertama kami adalah Terminal Leuwipanjang. dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan ongkos angkot sebesar 6ribu rupiah untuk mencapai terminal leuwi panjang. sampai terminal leuwi panjang, kami langsung mencari bus jurusan SUkabumi. ada dua jenis bus, yakni AC dan non AC alias ekonomi. dari harga tidak jauh berbeda, non AC dikenakan 15rb rupiah sedangkan AC 21rb rupiah.

karena kami bingung akhirnya memilih yang paling cepat berangkat, sehingga bis non AC lah yang terpilih. dari 15rb pertama inilah rencana liburan ala koper berubah menjadi petualangan.
sampai Sukabumi sekitar pukul 15.00. setelah 4 jam perjalanan bandung – sukabumi, perut pun harus di isi terlebih dahulu di warung makan padang. sekitar jam 16.00 kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju pelabuhan. kali ini, kami langsung memutuskan naik bis AC! sekitar 2 jam perjalanan dengan ongkos 20rb rupiah bis tersebut mengantarkan kami sampai di pelabuhan tepat jam 18.00. ada yang menarik di terminal pelabuhan ini, yakni embe makan payung :

hari sudah gelap, sementara angkutan untuk ke sawarna pun sudah tidak ada. ada angkot pun sangat-sangat mahal menawarkan harganya, sekitar 500rb satu angkot. jika angkutan umum resmi di siang hari ongkosnya antara 20-25rb perorang . akhirnya, om teddy bersedia menjemput para kami ini di pelabuhan. sekitar jam 22.00 jemputan pun datang.


melihat kapasitas mobil dengan jumlah orang dan barangnya, sang empunya mobil alias penjemput pun terheran-heran, tawa hangat penuh lelah pun terjadi. barang dalam mobil dan ban akhirnya di turunkan dan di naikkan ke atas mobil bersama barang=-barang kita. perjalanan akan dilanjutkan ke Pulo Manuk, sekitar 1-2 jam dari pelabuhan dengan medan jalan yang berkelok-kelok.
sekitar pukul 12 malam, sampailah kita di pulo manuk! 
sudah sangat lelah badan ini dengan perjalanan panjang. berhubung niatnya adalah jalan-jalan ala kota, maka tidak menyiapkan alat outdoor seperti tenda, matras dan sleeping bag. akhirnya kami para cewe-cewe tidur di sebuah bale bale warung. sedangkan para cowo-cowo tidur di tenda atau di mobil. baru bersiap akan tidur, cuaca menyambut kita dengan angin barat kencang disertai hujan. kita pun akhirnya mengungsi kedalam rumah pemilik warung tersebut.

