Hanya Opini : sisi-sisi pikiran

Pikiran manusia itu sangat ajaib. pikiran bisa mengendalikan diri sendiri, badan sendiri, bahkan orang lain. sisi positif dan sisi negatif pasti bisa dilihat oleh pikiran. nah, sekarang apakah sisi positif ataukah sisi negatif yang sering kita pakai untuk melihat apa yang kita temui sehari-hari?

sesuatu bisa menjadi sangat menyebalkan jika kita berpikir dengan sisi negatif. akan tetapi kita bisa merubahnya apabila kita melihat dengan sisi positif. akan lebih baik apabila kita lihat semuanya dari dekat, lebih dekat, seperti lagunya sherina waktu kecil. tidak salah jika kita melihat dengan sisi negatif, akan tetapi dari pemikiran negatif itu pun pasti akan ada dampaknya untuk kita, maupun untuk kesehatan kita.

ada yang bilang jika penyakit itu hanya berasal dari 2 hal, yakni makanan atau pikiran. saya tidak begitu paham dengan hal ini karena bukan bidang saya. tapi saya pernah punya pengalaman sewaktu diare, kata dokter diare ini penyakit mahasiswa dan bisa terjadi karena banyak pikiran alias stress. wow, sangat berpengaruh bukan si pikiran kita itu!

akan lebih indah jika kita memandang semuanya dengan melihat dari berbagai sisi.

Pulo Manuk, Sawarna, Tanjung Layar dan 15rb. ( Hari 1)

Sebenarnya sudah lama berencana ingin ke Sawarna, salah satu pantai yang terletak di Banten Selatan. Kebetulan anak GPA ada yang berencana ke Sawarna sehingga saya pun bergabung.

perjalanan sempat tertunda sampai 3 jam, sehingga kami ber-8 (saya, aini, iput, radit, rere, roy, chaki dan sayekti) memulai perjalanan pada pukul 10.00 dimulai dari SMA 2 Bandung. Cek point pertama kami adalah Terminal Leuwipanjang. dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan ongkos angkot sebesar 6ribu rupiah untuk mencapai terminal leuwi panjang. sampai terminal leuwi panjang, kami langsung mencari bus jurusan SUkabumi. ada dua jenis bus, yakni AC dan non AC alias ekonomi. dari harga tidak jauh berbeda, non AC dikenakan 15rb rupiah sedangkan AC 21rb rupiah.

karena kami bingung akhirnya memilih yang paling cepat berangkat, sehingga bis non AC lah yang terpilih. dari 15rb pertama inilah rencana liburan ala koper berubah menjadi petualangan.

sampai Sukabumi sekitar pukul 15.00. setelah 4 jam perjalanan bandung – sukabumi, perut pun harus di isi terlebih dahulu di warung makan padang. sekitar jam 16.00 kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju pelabuhan. kali ini, kami langsung memutuskan naik bis AC! sekitar 2 jam perjalanan dengan ongkos 20rb rupiah bis tersebut mengantarkan kami sampai di pelabuhan tepat jam 18.00. ada yang menarik di terminal pelabuhan ini, yakni embe makan payung :

hari sudah gelap, sementara angkutan untuk ke sawarna pun sudah tidak ada. ada angkot pun sangat-sangat mahal menawarkan harganya, sekitar 500rb satu angkot. jika angkutan umum resmi di siang hari ongkosnya antara 20-25rb perorang . akhirnya, om teddy bersedia menjemput para kami ini di pelabuhan. sekitar jam 22.00 jemputan pun datang.

saat menunggu jemputan tiba

melihat kapasitas mobil dengan jumlah orang dan barangnya, sang empunya mobil alias penjemput pun terheran-heran, tawa hangat penuh lelah pun terjadi. barang dalam mobil dan ban akhirnya di turunkan dan di naikkan ke atas mobil bersama barang=-barang kita. perjalanan akan dilanjutkan ke Pulo Manuk, sekitar 1-2 jam dari pelabuhan dengan medan jalan yang berkelok-kelok.

sekitar pukul 12 malam, sampailah kita di pulo manuk!

sudah sangat lelah badan ini dengan perjalanan panjang. berhubung niatnya adalah jalan-jalan ala kota, maka tidak menyiapkan alat outdoor seperti tenda, matras dan sleeping bag. akhirnya kami para cewe-cewe tidur di sebuah bale bale warung. sedangkan para cowo-cowo tidur di tenda atau di mobil. baru bersiap akan tidur, cuaca menyambut kita dengan angin barat kencang disertai hujan. kita pun akhirnya mengungsi kedalam rumah pemilik warung tersebut.

Opini : Masuk Peron Stasiun KA

sudah hampir 2 minggu kebijakan masuk peron diberlakukan. dahulu, setelah kita punya karcis, kita bisa masuk peron kapan pun. Syaratnya cuma 1 : memiliki karcis. didalam peron pun disediakan banyak tempat duduk untuk menunggu kereta api. kebijakan baru pun diberlakukan. keadaan sekarang adalah, kita tidak boleh masuk peron sebelum kereta datang atau lebih tepatnya akan datang. saya pun tidak tahu pasti alasan jelas diberlakukannya kebijakan ini. akan tetapi menurut satpam penjaga pintu peron, hal ini di berlakukan agar tidak terjadi keriweuhan antara penumpang naik dan turun.

yang terbayang oleh saya pertama kali mendengar berita ini adalah : perlombaan lari untuk mendapatkan tempat duduk. wow. kasihan lansia, ibu bawa anak. benar-benar siapa cepat dia dapat. tapi selama ini ternyata tidak demikian. penumpang yang akan naik, tetap bisa bersiap-siap sebelum atau sesaat kereta datang. dengan demikian tetap saja ada keriweuhan antara penumpang turun dan naik.

suatu saat saya pulang dengan menggunakan kereta jam pulang kantor. terjadi penumpukan orang di depan pintu masuk peron. saya lihat memang sudah ada penambahan kursi untuk menunggu di luar peron, akan tetapi, kursi itu masih kurang. terbukti adanya segerombolan orang yang menunggu dibuka.


mungkin terlihat lebih rapih dan tertib di dalam peron. jika ada kereta langsir atau datang dan pergi, tidak begitu was-was dengan calon penumpang yang sedang menunggu di peron. akan tetapi, akan lebih baik jika kenyamanan menunggu lebih ditingkatkan. penambahan kursi-kursi akan lebih penting dan menjadikan luar peron lebih rapih dan tertib.
walaupun saya masih belum tahu alasan yang jelas karena saya pun tidak mencari tahu, yaa siapkan kaki saja untuk berdiri menunggu peron terbuka atau bisa datang mepet waktu keberangkatan.hihihi.